Home » » Perusahaan Jepang Keluar dari Thailand

Perusahaan Jepang Keluar dari Thailand

Written By Dino Hadi Prawira on Thursday, March 1, 2012 | Thursday, March 01, 2012

Hampir satu dari 10 manufaktur Jepang yang beroperasi di Thailand berniat merelokasi pabrik mereka dari negara itu.

Hasil survei yang diumumkan hari Rabu (29/2/2012) ini, menyebutkan, rencana keluar dari Thailand ini berkaitan dengan banjir besar yang melanda negara itu tahun lalu.

Manufaktur elektronik terutama yang paling terpukul akibat banjir tahun lalu. Lebih dari setengah manufaktur elektronik ini terkena hantaman langsung bencana banjir terburuk dalam sejarah Thailand itu.

Survei dilakukan pada 1.345 perusahaan yang tergabung dalam Kamar Dagang Jepang di Bangkok (JCCB), dan sejauh ini 366 perusahaan memberikan tanggapan.

"Sektor elektronik paling menderita dibanding industri lainnya," ujar Setsuo Iuchi, Ketua Komite Riset Ekonomi JCCB sebagaimana dikutip kantor berita AFP. Dikatakan, perusahaan-perusahaan itu kini berencana menyebarkan risiko mereka.

Sekitar 8 persen dari seluruh manufaktur Jepang di Thailand, berencana merelokasi pabrik mereka keluar dari negara itu. Sementara 85 persen dari perusahan Jepang itu, tetap mempertahankan usaha mereka di Thailand. Di antara mereka menyatakan akan memindahkan lokasi pabriknya namun masih dalam wilayah Thailand.

Banjir yang melanda Thailand selama beberapa bulan ini sapanjang tahun 2011, praktis menimbulkan kerugian pada industri yang berlokasi kawasan industri yang terletak sedikit di utara kota Bangkok. Banyak dari pabrik tadi terpaksa ditutup sementara.

Raksasa otomotif Jepang, Honda, menangguhkan operasi mereka sejak awal Oktober di Ayutthaya. Mereka juga terpaksa menghancurkan lebih dari 1.000 unit mobil mereka akibat terendam banjir yang berlumpur.

Survei juga memperlihatkan 72 persen dari manufaktur akan kembali beroperasi antara Desember 2011 hingga Maret 2012. Sementara 21 persen akan memulai kembali kegiatan mereka pada April-Mei tahun 2012 ini. Enam persen akan memulai operasi pada Juni 2012 atau setelah Juni.
"Perusahaan yang kembali beroperasi agak telat, karena harus menunggu datangnya mesin-mesin baru yang diimpor dari Jepang, sementara lainnya masih menunggu apa kebijakan Pemerintah Thailand dalam mengatasi hantaman banjir ke depan," ujar Iuchi.

JCCB meminta Pemerintah Thailand agar mempercepat penerapan rencana pengawasan banjir, agar musibah banjir bah tahun lalu tidak sampai terulang lagi.

Kompas.com
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Please comment and your comments are very useful for the development of this blog. Do not forget to comment ethics, and do not waste time trying to spam. Thank You!