Latest Post

Showing posts with label Travel. Show all posts
Showing posts with label Travel. Show all posts

Hantu Banyu di Sungai Musi, Bikin Wisatawan Penasaran

Written By Unknown on Wednesday, May 9, 2012 | Wednesday, May 09, 2012

Aneka cerita hantu berseliweran jika kita bercengkerama dengan warga di tepian Sungai Musi, Palembang. Seram, tapi bikin penasaran wisatawan. Hiii!

Sebenarnya Sungai Musi merupakan wilayah yang paling nyaman buat dijadikan pemukiman terapung, sampai tempat berwisata di akhir pekan. Tapi warga agak segan kalau sudah mendengar cerita misteri Antu Banyu, Buaya Putih, Si Amang Aik, Iwak Tapa, dan Ular Raksasa. Sedangkan wisatawan, malah penasaran!

Itulah pengalaman Udin Marogan (41). Warga setempat ini sering diminta jadi pemandu para pelancong yang ingin uji nyali berburu hantu.

"Dulu ada beberapa orang kaya yang membuat rumah rakit buat peristirahatan, tapi lantaran mengetahui adanya makhluk Antu Banyu dan lainnya, membuat mereka ketakutan dan rumah-rumah rakit itu ditinggalkan atau dijual," kata Udin, kepada detikTravel, Selasa (8/5/2012).

Dijelaskan Udin, seharusnya mereka tidak perlu takut. "Jika mereka tidak melakukan hal-hal yang tidak benar, seperti berzina, atau perbuatan yang dilarang agama, mereka tidak akan diganggu," kata Udin.

Meskipun tidak memiliki sebuah perusahaan travel, Udin seringkali dipakai jasanya oleh para wisatawan yang senang dengan cerita misteri atau horor yang ingin mencari pengalaman magis di Sungai Musi. Para wisatawan ini sebagian dari Jakarta, Jawa, dan ada juga dari Malaysia.

Udin mengaku sebelum memutuskan menjadi pemandu, dia beberapa tahun belajar ilmu kebatinan. Dia hanya ingin tahu berapa besar kekuasaan Tuhan, termasuk mengenal makhluk-makhluk ciptaan-Nya.

"Mereka (wisatawan-red) ingin membuktikan mengenai cerita keberadaan Antu Banyu. Tetapi selama saya mendampingi mereka sering bertemu dengan Si Amang Aik (Monyet Air-red)," ujar Udin.

Saat mendampingi para wisatawan itu, Udin dibantu oleh dua orang. Satu orang memiliki ilmu kebatinan, dan satunya seorang pulun, yakni orang yang mampu berkomunikasi dengan makhluk hidup di Sungai Musi. Udin percaya, aneka mahluk gaib ini sudah ada sejak masa Kerajaan Palembang dan menjadi murid para ulama besar antara lain Antu Banyu, Buaya Putih, maupun Si Amang Aik.

"Di Muara Ogan ini, setiap tahun buaya-buaya putih yang disebut sebagai buyut sering muncul di permukaan. Tapi mereka tidak mengganggu. Tapi kemunculan mereka memberikan satu tanda. Artinya ada hal yang kurang baik terjadi di Palembang," ujarnya.

Masih menurut Udin, orang tidak bisa sembarangan menyelam di Sungai Musi kalau tidak mau celaka. Meskipun begitu, orang-orang bisa menetap di tepian Sungai Musi, seperti di rumah panggung dan rumah-rumah rakit milik penduduk lokal. Hanya mereka selalu berpindah, dan konon perpindahan mereka menghindari keberadaan makhluk Antu Banyu dan lainnya.

"Jika di tempat tinggal mereka ada tanda-tanda kehadiran Antu Banyu, mereka pun memindahkan rumah rakitnya," kata Udin.

Gara-gara cerita hantu ini, berdasarkan pengakuan Udin, setiap tahun pasti ada wisatawan yang minta tolong jasanya buat memburu keberadaan Antu Banyu. Mereka biasanya wisatawan penggemar situs bersejarah atau situs religi.

Di Palembang sendiri banyak terdapat candi tua, makam tua, masjid tua, maupun hal-hal yang terkait dengan kepercayaan. Maka, cerita misteri Antu Banyu merupakan bagian dari kisah-kisah yang menghiasi pikiran para wisatawan tersebut. Jika mereka penasaran, mereka pun mencari pemandu seperti Udin.

Taufik Wijaya - detikNews

Kepulauan Seribu, Tempat yang Pas untuk Wisata Edukasi

Pulau Pramuka dan Pulau Panggang di Kepulauan Seribu cocok untuk dijadikan lokasi berlibur akhir pekan bersama keluarga. Terumbu karang dan hewan laut lainnya masih terjaga dengan baik, cocok untuk dijadikan wisata edukasi.

Keprihatinan akan rusaknya terumbu karang di perairan Indonesia memang sudah dirasakan banyak orang, terutama diperairan Jakarta. Padahal, wisata laut adalah salah satu objek wisata andalan.

Tapi Anda tidak perlu berkecil hati, masih ada perairan di Jakarta yang memiliki laut bersih lengkap dengan terumbu karangnya yang cantik. Datang saja ke Pulau Pramuka atau Pulau Panggang di Kepulauan Seribu, Anda pun bisa melihat indahnya terumbu karang dan ikan aneka warna.

Lebih asyiknya lagi, perairan di Pulau Pramuka dan Panggang cukup aman dengan ombak yang tenang. Keanekaragaman hayatinya juga lengkap, cocok untuk Anda yang para penyelam pemula dan ingin berwisata edukasi.

"Kepulauan Seribu di Jakarta juga masih memiliki terumbu karang yang bagus, cocok untuk para pemula dan wisata edukasi," kata Ketua Program Pasca Sarjana Ilmu Kelautan IPB, Dr Ir Nevianty P Zamani, di Cafe Serongge, Jl Utan Kayu 68H, Jakarta Timur, Selasa (8/5/2012).

Menurut Nevi, terumbu karang di Kepulauan Seribu masih terawat. Sekitar 60% terumbu karangnya masih hidup dan tumbuh dengan sehat.

"Terumbu karang Kepulauan Seribu masih bagus, ya kalau dicari masih ada lah 60%," tambah Nevi.

Selain itu, jika menyelam di laut Pulau Pramuka dan Panggang, Anda bisa menemukan banyak budi daya terumbu karang. Jadi, cocok untuk Anda yang ingin memelajari bagaimana cara membudidaya dan merawat terumbu karang.

Indonesia Timur Masih Juaranya Keindahan Alam Bawah Laut

Tidak dapat dipungkiri, keindahan alam bawah laut Indonesia mulai rusak dengan banyaknya terumbu karang yang mati. Meski demikian, wilayah di timur Indonesia masih memiliki terumbu karang alami nan cantik.

Salah satu daya tarik wisatawan mancanegara datang ke Indonesia adalah keindahan alam bawah lautnya. Sayangnya, tidak semua perairan di Indonesia masih terawat. Bahkan, terumbu karang di beberapa perairan seperti Teluk Jakarta, sudah mati karena pencemaran. Berita ini tentu kabar buruk untuk pecinta laut, terutama para penyelam. Tapi syukurlah, masih ada perairan di Indonesia yang terawat dengan baik.

"Terumbu karang di Indonesia masih banyak yang terawat dan bagus untuk dilihat ketika diving, kalau mau lihat bawah laut yang eksotis, bisa datang ke Indonesia bagian Timur, seperti Papua" kata Ketua Program Pasca Sarjana Ilmu Kelautan IPB, Dr Ir Nevianty P Zamani, di Cafe Serongge, Jl Utan Kayu 68H, Jakarta Timur, saat jumpa pers Coral Day.

Menurutnya, alam Indonesia Timur memang masih terjaga dengan baik karena masih jarang penduduk. Jadi, pencemaran tidak begitu banyak terjadi dan Anda pun akan menemukan alam bawah laut yang begitu eksotis.

Salah satu objek wisata yang sedang naik daun di kalangan turis adalah Raja Ampat. Kepulauan di Papua Barat ini memiliki alam bawah laut yang begitu memesona. Cobalah menyelam di sana, Anda pun akan melihat terumbu karang dan ikan aneka warna. Air lautnya juga begitu bening, masih terjaga dari polusi. Saking beningnya, Anda bisa melihat ikan yang sedang bebas berenang, cukup dari atas perahu.

Jika Papua dan Indonesia Timur dirasa terlalu jauh, Anda pun bisa berjalan ke Indonesia bagian Barat. Di sana kehidupan bawah lautnya cukup terjaga dengan baik. Masih cantik untuk dinikmati saat Anda diving.

"Di barat ada Nias dan Mentawai yang masih bagus," lanjut Nevi.

Tidak hanya itu, terumbu karang di Kepulauan Seribu lumayan terawat karena penduduknya berusaha menjaga. Untuk turis atau wisatawan yang menyukai diving tapi masih pemula, cocok menyelam di perairan ini.

"Sebenarnya, Kepulauan Seribu juga bagus, cocok untuk para pemula dan wisata edukasi," jelas Nevi.