Home » » TKW Asal Kamboja Mengaku Disiksa di Malaysia

TKW Asal Kamboja Mengaku Disiksa di Malaysia

Written By Dino Hadi Prawira on Wednesday, May 9, 2012 | Wednesday, May 09, 2012

Delapan tenaga kerja wanita (TKW) asal Kamboja mengalami siksaan fisik saat bekerja pada majikan mereka di Malaysia. Saat ini, para TKW ini enggan pulang ke kampung halaman sebelum kasus mereka diselesaikan dan gaji mereka dibayar.

Diberitakan Phnom Penh Post, Rabu 9 Mei 2012, delapan TKW tersebut saat ini ditampung oleh LSM pelindung tenaga migran Tenaganita di Kuala Lumpur.
"Jika mereka pulang sekarang, mereka tidak mendapat apa-apa, jadi mereka menunggu di penampungan," kata Ya Navuth, Direktur Eksekutif CARAM, LSM mitra Tenaganita di Kamboja.

Salah seorang TKW yang mendapat siksaan paling parah adalah Tieng SaSa, 18, asal provinsi Kampong Cham. Dia mengaku datang ke Malaysia dua tahun lalu, usianya dipalsukan oleh agen penyalur ilegal yang mengantarnya, T&P Co Ltd.

Tidak perlu menunggu lama, perlakuan buruk diterima SaSa sesaat setelah dia sampai ke rumah majikannya di Kuala Lumpur. "Majikan wanita menampari wajah saya. Saya tidak mendapat cukup makan dan tidur," kata SaSa.

Oleh majikannya, dia mengaku kerap diikat dan dipukuli dengan tongkat besi hingga tulangnya patah. Beberapa waktu lalu, dia menjalani operasi patah tulang pergelangan kaki, membuatnya tidak bisa berjalan tanpa tongkat.

"Jika saya teriak kesakitan, dia memasukkan cabe ke mata saya dan menyiram saya dengan air panas," kata SaSa sembari memperlihatkan bekas luka bakarnya. Hingga kini kasusnya masih berjalan dan majikannya masih bebas berkeliaran.

TKW Kamboja lainnya adalah Men Chan Veasna, 30, yang juga mengaku disiksa dan bekerja tanpa bayaran selama tiga tahun di dua majikan berbeda. Kasusnya sudah molor selama enam bulan karena dua majikannya mengajukan banding atas tuntutan kompensasi dari pengadilan sebesar 8.000 ringgit atau sekitar Rp23 juta.

Kedua majikannya mengaku telah memberikan gaji kepada Men. Tapi wanita malang ini mengaku tidak pernah menerimanya dan majikannya memalsukan tandatangannya pada bukti penerimaan gaji.

"Saya ingin membuktikan kejujuran saya, saya tidak pernah tandatangani apapun. Mohon berikan gaji saya," kata Men. (eh)



• VIVAnews
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Please comment and your comments are very useful for the development of this blog. Do not forget to comment ethics, and do not waste time trying to spam. Thank You!