Home » » China dan Jepang Kurangi Ketergantungan Dolar

China dan Jepang Kurangi Ketergantungan Dolar

Written By Dino Hadi Prawira on Monday, June 4, 2012 | Monday, June 04, 2012

Uang kertas yuan China, yen Jepang, dan dolar AS
China dan Jepang mulai mengurangi ketergantungan penggunaan uang dolar AS (US$). Artinya, mereka sepakat menggalakkan penggunaan mata uang masing-masing sebagai alat tukar pembayaran dagang yang melibatkan dua negara. 

Menurut kantor berita Reuters, kerjasama itu akan mulai dirintis pada awal Juni mendatang. Pebisnis Jepang dan China bisa menggunakan yen maupun yuan dalam bertransaksi secara langsung. Menteri Keuangan Jepang, Jun Azumi, mengungkapkan bahwa kerjasama ini akan dimulai di Tokyo dan Shanghai pada 1 Juni 2012.

Dengan demikian, kedua negara tidak akan lagi menggunakan dolar AS sebagai pembayaran dagang bilateral. Ini merupakan terobosan bagi China dan Jepang, dua raksasa ekonomi dari Asia.

"Dengan bertransaksi tanpa menggunakan mata uang dari negara ketiga, maka akan berguna mengurangi biaya transaksi dan menurunkan risiko yang terkait dalam penyelesaian di institusi-institusi keuangan," kata Azumi.

Beijing sudah menyatakan siap atas kerjasama baru itu. Sistem perdagangan valuta asing China bakal mulai menerapkannya bulan depan.

"Ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas dari China untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS," kata Dariusz Kowalczyk, pengamat dari Credit Agricole CIB di Hong Kong, seperti yang dikutip stasiun berita BBC.

Menurut dia, dipilihnya yen Jepang karena sudah besarnya volume dagang kedua negara. "Ini bisa menyebabkan ekspansi perdagangan dengan mata uang lainnya," kata Kowalczyk.

Perdagangan ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Pada Desember 2011, para pemimpin Jepang dan China sepakat mempromosikan perdagangan langsung bilateral dengan melibatkan mata uang masing-masing dan tetap berdasarkan prinsip-prinsip pasar.

Bank Sentral China menilai transaksi langsung menggunakan yen dan yuan ini bisa berguna menurunkan biaya konversi kurs dan membantu memfasilitasi perdagangan dan investasi bilateral.
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Please comment and your comments are very useful for the development of this blog. Do not forget to comment ethics, and do not waste time trying to spam. Thank You!