Home » » Untuk Kali Pertama, Uni Eropa Harus Pangkas Anggaran

Untuk Kali Pertama, Uni Eropa Harus Pangkas Anggaran

Written By Dino Hadi Prawira on Monday, February 11, 2013 | Monday, February 11, 2013

Uang kertas Euro dan Franc Swiss
Para pemimpin Uni Eropa sepakat memotong anggaran belanja bersama selama periode 2014-2020. Di tengah krisis keuangan Eropa, EU harus memangkas pengeluaran belanja sebesar 3,3 persen dari periode sebelumnya, yaitu 2007-2013.

Menurut stasiun berita BBC, kesepakatan itu berlangsung dalam pertemuan tingkat tinggi UE di Brussels, Belgia, akhir pekan lalu. Kesepakatan tercapai setelah perundingan yang sangat alot antara sejumlah anggota yang mendukung pemangkasan anggaran dengan mereka yang menentangnya.

Mereka sepakat bahwa anggaran untuk periode 2014-2020 sebesar maksimum 960 miliar euro. Jumlah ini lebih rendah dari periode sebelumnya, 993 miliar euro. Ini kali pertama UE harus mengurangi anggaran sejak perkumpulan beranggotakan 27 negara Eropa itu merumuskannya bersama-sama dalam beberapa dekade terakhir.

Kesepakatan para pemimpin anggota UE ini masih harus disetujui oleh Parlemen Eropa. Namun, Presiden Dewan Eropa, Herman van Rompuy Jumat kemarin menyebut anggaran baru ini merupakan jumlah yang pantas.

Kedua kubu yang berseberangan pun sama-sama puas dengan besaran anggaran baru yang mereka perdebatkan. "Menurut saya publik Inggris bisa bangga bahwa untuk kali pertama kami bisa memotong pengeluaran untuk UE untuk kali pertama," kata PM Inggris, David Cameron, yang bersama Jerman mendukung pemangkasan anggaran.

Bersama Italia sebagai negara yang tadinya menentang pemangkasan anggaran, Prancis pun puas dengan besaran pemotongan itu. "Ini kompromi yang bagus," kata Presiden Prancis, Francois Hollande. 

Menurut kantor berita Reuters, subsidi pertanian masih merupakan pos pengeluaran terbesar bagi UE walau anggarannya turut dipotong, yaitu sebesar 13 persen. Subsidi pertanian akan memakan 38 persen dari total anggaran 2014-2020, atau senilai 363 miliar euro, yang bila dirata-rata sekitar 50 miliar euro per tahun.  


© VIVA.co.id
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Please comment and your comments are very useful for the development of this blog. Do not forget to comment ethics, and do not waste time trying to spam. Thank You!