Home » » Sejarah Adu Penalti Timnas Inggris

Sejarah Adu Penalti Timnas Inggris

Written By Dino Hadi Prawira on Monday, June 25, 2012 | Monday, June 25, 2012

Inggris VS Itali
Kekalahan Inggris dari tangan Italia lewat adu penalti di Olympic Stadium, Kiev,  seakan membuka kenangan kelam The Three Lions saat harus melakoni perjudian dari titik 12 pas. Skenario ini memang selalu menjadi momok menakutkan bagi Inggris.

The Three Lions lima kali tersingkir dari babak knock-out turnamen besar dunia terhitung dari dekade 1990-an saat harus melakoni adu penalti. Sejarah kelam kegagalan Inggris dalam adu penalti di era sepakbola modern dimulai pada Kejuaraan Eropa 1996 dan Piala Dunia 1998.

Inggris harus tersingkir di babak 16 besar dari tangan Tim Tango, Argentina pada Piala Dunia 1998 yang berlangsung di Prancis. Inggris harus bermain dengan 10 orang setelah David Beckham diusir keluar mereka, sukses memaksa tim Amerika Selatan itu bermain imbang 2-2 di waktu normal untuk memaksa pertandingan ditentukan lewat adu penalti.

Sayang, dua algojo pilihan pelatih Inggris saat itu, Glenn Hoddle, Paul Ince dan dan David Batty gagal mengeksekusi dengan sempurna. Sedangkan, empat eksekutor Argentina lainnya berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Akibatnya, Inggris harus menuai kekalahan 3-4 yang membuat langkah mereka terhenti di babak 16 besar. Hanya satu penendang Argentina yang gagal melakukan penalti dengan sempurna, yaitu Hernan Crespo.

Sekuel menegangkan adu penalti kembali menghampiri Inggris di Kejuaraan Eropa 2004 yang berlangsung di Portugal. Inggris takluk dari tangan tuan rumah 5-6. Kisahnya hampir mirip dengan Piala Dunia 1998. Setelah tampil sama kuat 2-2 hingga waktu normal dan perpanjangan waktu, kedua kubu harus melanjutkan pertandingan ke adu penalti.

Namun sekali lagi, keberuntungan tidak memihak Inggris. David Beckham yang ditunjuk mengambil penalti gagal menjalankan tugasnya dengan sempura. Penendang terakhir Inggris, Darius Vassel juga tidak bisa menaklukkan kiper Seleccao das Quinas, Ricardo. Inggris tersingkir di babak perempat final.

Dua tahun kemudia, tepatnya di Jerman, Inggris mendapat kesempatan untuk mencoba kembali peruntungannya. Menghadapi Portugal di perempat final Piala Dunia 2006, Inggris berambisi melakukan balas dendam. Sayang, sepanjang waktu normal dan memasuki perpanjangan waktu, kedua kubu bermain imbang tanpa gol. Bak 'Deja Vu' Inggris dan Portugal kembali beradu nasih di titik 12.

Sekali lagi, Inggris harus menemui kenyataan pahit, tersisih oleh Portugal lewat adu penalti. Kali ini, nasib Inggris lebih tragis. Tiga eksekutor mereka, Frank Lampard, Steven Gerrard, dan  Jamie Carragher tidak bisa menembus gawang Portugal yang dikawal Ricardo. Alhasil, Inggris harus terdepak dari gelaran ini dengan skor 1-3.

Rapor buram Inggris saat harus menghadapi adu penalti ternyata terus berlanjut, Di Kejuaraan Eropa 2012, Inggris harus bertekuk lutut di hadapan Italia. Skor kacamata yang bertahan hingga babak perpanjangan waktu memaksa dua pemain raksasa sepakbola itu harus saling berhadapan satu lawan satu dengan kiper.

Ketakutan Inggris bisa melanjutkan langkah ke semifinal akhirnya terbukti, Dua algojo mereka 'duo Ashley' hanya bisa menunduk setelah tendangan mereka tidak bisa mengoyak jala Buffon. Sedangkan, di kubu Italia, hanya Riccardo Montolivo seorang yang tidak bisa memberikan angka. Musnah sudah harapan Inggris melaju ke babak empat besar setelah takluk 2-4 dari tangan Italia.

Sempat lolos dari adu penalti

Kendati memiliki cerita sedih, Inggris ternyata berhasil menyelamatkan diri dari maut adu penalti. Ini terjadi pada Kejuaraan Eropa 1996 silam saat mereka menjadi tuan rumah. Lolos dari fase penyisihan grup, Inggris jumpa Spanyol di babak perempat final.

Setelah bermain tanpa gol di sepanjang laga, wasit Marc Batta asal Prancis melanjutkan pertandingan ke adu penalti. Empat eksekutor Inggris, Alan Shearer, David Platt, Stuart Pearce, dan Paul Gascoigne tampil sempurna. David Seaman menjadi pahlawan Inggris. Dia sukses  memantahkan tendangan penendang terakhir, Miguel Nadal untuk membawa Inggris tampil di Semifinal.

Masih di Kejuaraan yang sama, Inggris kembali berjudi di kotak 16 untuk melaju ke final saat berhadapan dengan Jerman. Skor 1-1 yang bertahan hingga perpanjangan waktu membuat tim Inggris harus kembali memainkan beradu jitu di tendangan 12 pas. Sial, keberuntungan mereka tidak berlanjut.

Gareth Southgate yang menjadi penendang terakhir menjadi biang kekalahan Inggris. Dia tidak mampu menembus gawang Jerman yang dikawal Andreas Kopke. Sementara, enam algojo Jerman, salah satunya Christian Ziege dan dan Stefan Kuntz sukses merobek gawang David Seaman. Dan Andreas Moller menjadi penentu kemenangan Jerman di semifinal. (irb)
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Please comment and your comments are very useful for the development of this blog. Do not forget to comment ethics, and do not waste time trying to spam. Thank You!