Home » » Sengit di Akhir Penyisihan Grup Piala Eropa

Sengit di Akhir Penyisihan Grup Piala Eropa

Written By Dino Hadi Prawira on Saturday, June 16, 2012 | Saturday, June 16, 2012

Italia vs Kroasia
Laga kedua di kesuluruhan babak penyisihan grup Piala Eropa 2012 rampung digelar. Kendati belum bisa dijadikan acuan terdepan tentang kekuatan sesungguhnya para kontestan di Piala Eropa, setidaknya hasil yang diperoleh di laga kedua ini mulai memberikan gambaran pasti soal peluang tim tersebut untuk melanjutkan petualangan di Polandia dan Ukraina.

Persaingan sengit merata di semua grup. Tegang hingga menit akhir menjadi pemandangan di sepanjang pekan ini. Gesekan kuat yang terjadi di grup A ternyata menjalar ke grup lain. Di grup A, Rusia bertengger di pucuk pimpinan klasemen. Tim Negeri Beruang Merah memimpin klasemen dengan 4 poin. Kendati hanya bermain imbang 1-1 kontra tuan rumah Polandia, Rusia kian difavoritkan mewakili grup pertama di babak delapan besar bersama Rep. Ceko.

Ceko berpeluang besar mendampingi Rusia melanjutkan langkah usai merebut kemenangan 2-1 atas Yunani. Namun hitungan ini masih bersifat sementara. Pasalnya, baik Polandia dan Yunani masih berpeluang besar memperpanjang nafas melaju ke babak knock-out.

Untuk lolos Rusia hanya butuh hasil imbang melawan Yunani atau kalah tidak lebih dari enam gol dan pertandingan lain berakhir seri.  Sementara, Yunani butuh kemenangan untuk melanjutkan langkahnya. Namun, hasil imbang atau kekalahan kontra Rusia membuat mereka harus terdepak dari turnamen ini.

Di lain pihak, kemenangan akan sangat menguntungkan Ceko bila berhasil mengalahkan Polandia. Mereka bahkan bisa lolos dengan hasil imbang apabila Yunani bisa mengalahkan Rusia dengan lima gol. Adapun Polandia bisa melenggang ke perempat final dengan meraih kemenangan. Jika menelan kekalahan atau hasil imbang, langkah tuan rumah terhenti di babak penyisihan grup.

Jika kontestan di grup A terlihat lumayan pelik, maka sama halnya dengan situasi di 'grup neraka'. Jerman begitu Perkasa di grup B. Armada Joachim Loew itu kini memimpin persaingan. Tim Panser kini telah merebut dua kali kemenangan. Setelah menekuk Portugal di laga perdana, Jerman kembali memperlihatkan kedigdayaanya.

Philipp Lahm Cs berhasil menumbangkan finalis Piala Dunia 2010, Belanda 2-1. Kendati berada di atas angin, Jerman hendaknya perlu waspada. Pasalnya, Jerman masih bisa terdepak di gelaran termegah di Eropa ini jika menelan kekalahan dengan selisih satu gol di mana Jerman berhasil mencetak minimal dua gol, contohnya 2-3, 4-3, 5-4 dan seterusnya atau dengan selisih lebih dari dua gol dari Denmark. Sementara, di pertandingan lainnya Portugal merebut kemenangan atas Belanda.

Sebaliknya, Belanda yang kini berada di ujung tanduk masih bisa lolos dari lubang jarum bila merebut kemenangan dari tangan Portugal dengan selisih lebih dari dua gol dan Denmark kalah dari Jerman. Meski terbilang mengemban misi sulit, Dirk Kuyt yakin Belanda masih berpeluang besar meloloskan diri dari fase grup

"Itu salah satu yang bagus mengenai sepak bola. Apa pun bisa terjadi dan kami masih punya peluang. Kami harus bermain baik lawan Portugal dan berharap kami akan melaju. Setelah itu, semua rasa yang tidak enak di mulut kami akan hilang," urai pemain yang akan merumput bersama Fenerbahce itu.

Rivalitas tidak kalah seru juga terjadi di grup C. Italia kini menempati peringkat tiga mengemas dua poin, hasil dari kali imbang. Sang juara bertahan, Spanyol kini berstatus sebagai pemuncak klasemen grup C dengan poin 4. Tim asal Semenanjung Balkan, Kroasia menguntit di posisi kedua, mengemas poin yang sama seperti Spanyol.

Kemenangan empat gol tanpa balas yang didapat atas Rep. Irlandia membuat Spanyol menjadi kandidat kuat mengantongi tiket perempatfinal di Grup ini. Mereka hanya butuh hasil imbang saat jumpa Kroasia di pertandingan terakhir. Namun skenario terburuk bisa menghampiri.

Jika Spanyol kalah dari Kroasia dan Italia menang melawan Rep. Irlandia, maka Spanyol yang hanya meraup 4 poin akan tersingkir. Kroasia dengan 7 poin dan Italia dengan 5 poin yang akan mewakili Grup C di perempat final.

Meski dalam posisi terjepit, Italia yang kini duduk di peringkat tiga bisa lolos dari perempat final. Kuncinya mereka harus lebih dulu memastikan kemenangan atas Rep. Irlandia. Lalu tim asuhan Cesare Prandelli harus menunggu hasil duel Spanyol melawan Kroasia. Andai duel itu tidak berakhir imbang, maka satu slot di babak selanjutnya menjadi milik Gli Azzurri.
Jika Spanyol dan Kroasia bermain imbang 2-2 atau seterusnya, maka Italia akan tetap tersingkir. Italia masih kalah head-to-head gol antara ketiga tim tersebut.  Italia lolos jika merebut kemenangan saat  jumpa Rep. Irlandia. Laga Spanyol vs Kroasia berakhir imbang 1-1 dan  Italia lolos dengan keunggulan dua gol atau lebih, tidak termasuk 2-0. Contohnya 4-2, 5-3 dan seterusnya. Jika 3-1, Italia lolos karena unggul koefisien ranking UEFA.

Mencermati permutasi rumit ini, Italia yakin Spanyol dan Kroasia tidak akan bermain mata. Hal ini disampaikan oleh Thiago Motta. "Kami tahu mereka. Spanyol akan berusaha memenangkan pertandingan. Saya tidak pernah meragukan itu. Kita semua pemain profesional, dan sedang berada di Piala Eropa," ujarnya.

Beralih ke grup D, Prancis dan Inggris berada di atas angin setelah sama-sama memetik kemenangan di laga kedua babak penyisihan.  Dengan torehan empat poin, tim asuhan Laurent Blanc hanya menang selisih gol dari peringkat kedua Inggris yang di pertandingan lain mengalahkan Swedia 3-2.

Kondisi tersebut menguntungkan Prancis dan Inggris karena keduanya hanya dituntut meraih hasil imbang di laga terakhir nanti. Apalagi saat ini hanya Ukraina yang punya kans merampas tiket perempatfinal dari tangan mereka.

Inggris boleh mengincar hasil seri, tapi seandainya kalah, maka tim lawan yang akan melaju dan The Three Lions tinggal berharap Perancis ditumbangkan Swedia dengan selisih minimal dua gol dari kekalahan mereka melawan Ukraina.

Dua tim sudah dipastikan tersingkir

Pada laga kedua babak penyisihan grup, dua tim  sudah dipastikan gugur dari putaran ini. Rep. Irlandia dan Swedia menjadi tim yang harus angkat koper lebih dahulu dari Polandia dan Ukraina. Kedua tim tersebut sama-sama menuai kekalahan dari lawannya.

Rep. Irlandia yang dipertandingan pertama menelan kekalahan telak 3-1 dari tangan Kroasia, kembali menelan pil pahit usai ditumbangkan Spanyol 4-0 di laga kedua grup C. Pelatih Rep. Irlandia, Giovanni Trapattoni pun merasa, timnya masih kalah superior dari Spanyol.

"Melawan tim seperti Spanyol, sangat sulit untuk mendapatkan permainan kembali jika kebobolan. Mereka seperti sebuah orkestra yang melibatkan semua pemain mereka. Tentu saja kami kecewa dengan kegagagalan ini. Tapi para pemain telah melakukan segala upaya. Sekarang, kami harus menatap ke depan," ujarnya.

Di lain pihak, bomber Swedia, Zlatan Ibrahimovic masih tidak percaya harus pulang lebih cepat dari perhelatan akbar di Polandia dan Ukraina. "Saya pikir kami bermain lebih bagus, sungguh. Kami mampu membalikkan kedudukan menjadi 2-1, meskipun kemudian Inggris mampu menambah dua gol lagi," kata pemain yang biasa disapa Ibra itu.
"Mengapa kami kalah dalam dua pertandingan ini? Saya juga tidak mengerti," ungkapnya dikutip UEFA.com, Sabtu, 16 Juni 2012.

Soal tersingkirnya Swedia dari perhelatan di Polandia-Ukraina, Ibra tidak mau berkecil hati. Dia mengatakan segenap anggota tim harus pulang ke tanah air dengan kepala tegak karena mereka telah berusaha keras menampilkan permainan terbaik. (sj)
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Please comment and your comments are very useful for the development of this blog. Do not forget to comment ethics, and do not waste time trying to spam. Thank You!