Latest Post

Showing posts with label Ekonomi - Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi - Bisnis. Show all posts

Begini Tips Bos OLX Agar Dagangan Cepat Laku di Online

Written By Unknown on Monday, February 20, 2017 | Monday, February 20, 2017

TEMPO.CO, Jakarta - Chief Marketing Officer OLX Indonesia, Edward Kilian, menyebut sejumlah cara  bagaimana barang yang dijual di platform OLX cepat laku. Yakni judul harus jelas, foto harus jelas dan deskripsi barang yang dijual jelas.

"Semakin jujur dan semakin jelas deskripsi barang maka akan semakin mudah transaksi terjadi," ucapnya di Jakarta, Jumat 17 Februari 2017.

Edward menuturkan, 70 persen barang yang dijual di OLX cepat laku, sementara 30 persennya tidak laku.  Barang yang tidak laku itu biasanya berkaitan dengan harga.

Menurut Edward, biasanya barang yang tidak laku itu orang-orang yang menjualnya kurang rela. Misalnya jual handphone, orang lain menjual Rp 7 juta,  dengan barang yang sama kita jual Rp 7,5 juta.

Justru semakin tinggi, semakin ragu-ragu orang menawar,  katanya, kecuali barang tersebut sangat unik, barang kolektibel yang mungkin hanya kita yang memiliki.

"Tetapi jika barang tersebut orang lain juga punya, saran kami jual aja  dengan harga yang sama. Sesuatu yang ada di harga pasaran akan cepat lakunya," katanya.

Sementara untuk kategori yang paling cepat laku, menurut Edward, hampir 50-70 persen laku di semua kategori.

"Kategori yang paling cepat laku di OLX adalah hampir 50-70 persen laku disemua kategori. Tentu saja kategori terbesar kita adalah gadget, elektronik, mobil, motor itu di lakunya sangat cepat."

Edward mengungkapkan, pada Januari mobil Avanza yang dijual di OLX laku kurang dari 2 hari, sementara motor 1,5 hari dan gadget bisa laku satu hari.

"Bulan Januari satu mobil Avanza bisa laku 2 hari, kemudian kita lihat bahwa satu UNIT motor laku dalam waktu 1,5 hari. Kalau  gadget seperti Samsung, Aple laku dalam satu hari," ungkapnya.

TONGAM SINAMBELA | UWD

Utang Luar Negeri RI Akhir 2016 Mencapai US$ 317 Miliar

TEMPO.CO, Jakarta - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan IV tahun 2016 tercatat sebesar US$ 317 miliar, atau tumbuh 2 persen year on year. Pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2016 melambat dari triwulan sebelumnya sejalan dengan perlambatan ULN Jangka Panjang.

Pada akhir triwulan III pada 2016, ULN Indonesia tercatat sebesar US$ 325,3 miliar atau tumbuh 7,8 persen (yoy). Berdasarkan jangka waktu asal, perlambatan pada kuartal terakhir tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN jangka panjang yang melambat.

Kendati melambat, posisi ULN Indonesia masih didominasi ULN jangka panjang. Posisi ULN berjangka panjang pada akhir triwulan IV pada 2016 mencapai US$ 274,9 miliar atau sebesar 86,7 persen dari total ULN.

"ULN jangka panjang tersebut tumbuh sebesar 1,1 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan III pada 2016 sebesar 8,7 persen (yoy)," tulis Bank Indonesia dalam laporan statistik utang luar negeri Indonesia (SULNI), Jumat, 17 Februari 2017.

Sementara itu, ULN jangka pendek meningkat. ULN jangka pendek ini tumbuh sebesar 8,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan III pada 2016 yang tumbuh sebesar 4,6 persen (yoy). Adapun, posisi ULN berjangka pendek pada akhir triwulan IV di 2016 tercatat US$ 42,1 miliar atau sebesar 13,3 persen dari total ULN.

Meski ULN jangka pendek meningkat, bank sentral mencatat kemampuan cadangan devisa untuk menutupi kewajiban jangka pendek membaik. Hal itu tercermin pada rasio utang jangka pendek terhadap cadangan devisa yang turun dari 37,4 persen pada triwulan III pada 2016 menjadi 36,1 persen pada triwulan IV di 2016 sejalan dengan meningkatnya posisi cadangan devisa.

Dari laporan statistik utang luar negeri Indonesia (SULNI), perlambatan ULN Indonesia pada akhir tahun lalu tersebut juga dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik yang melambat maupun ULN sektor swasta yang menurun. Tapi meski masih dominan, ULN sektor swasta turun sebesar 5,6 persen (yoy) pada triwulan IV pada 2016, lebih dalam dibandingkan dengan penurunan pada triwulan sebelumnya sebesar 2 persen.

Pada akhir triwulan IV di 2016, posisi ULN sektor swasta mencapai US$ 158,7 miliar atau sebesar 50,1 persen dari total ULN. Sementara itu, posisi ULN sektor publik tercatat US$ 158,3 miliar atau sebesar 49,9 persen dari total ULN.

Menurut BI, ULN sektor publik tumbuh 11 persen pada triwulan IV di 2016, lebih lambat dari triwulan sebelumnya sebesar 20,8 persen (yoy). Sepanjang triwulan IV di 2016, posisi ULN swasta terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,6 persen.

Pertumbuhan ULN pada sektor keuangan, industri pengolahan, dan pertambangan menurun dibandingkan dengan triwulan III pada 2016. Sementara itu, pertumbuhan tahunan ULN sektor listrik, gas dan air bersih melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Dengan perkembangan tersebut, posisi ULN pada akhir triwulan IV di 2016 tercatat sebesar US$ 317 miliar atau 34 persen terhadap PDB. Angka itu lebih rendah dibandingkan dengan 36,2 persen terhadap PDB pada akhir triwulan III di 2016 dan 36,1 persen terhadap PDB pada akhir 2015.

Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada triwulan IV 2016 tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional. Ke depan, bank sentral akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi.

BISNIS.COM

Usaha Batik Modal Rp 500 Ribu, Dulu Sepi Kini Banjir Rezeki

TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha Batik, Ari Bintarti memulai usahanya dengan modal awal Rp 500 ribu dari kantong sendiri.  Pemilik Batik Alsier, Desa Wonorejo, Rungkut, Surabaya ini  mulanya tak bisa membatik. Ibu rumah tangga itu hanya senang menggambar dan menyukai batik.

Kisahnya sebagai pengusaha berawal pada tahun 2008, saat Pemerintah Kota Surabaya memberikan pelatihan batik tulis di kantor Kecamatan Rungkut. Ari adalah satu dari 50 warga Rungkut yang ikut pelatihan itu. “Saya penasaran saja, bagaimana cara membuat batik,” ujarnya kepada Tempo, Rabu 15 Februari 2017.

Lima puluh warga—kebanyakan ibu rumah tangga—dibagi dalam kelompok kecil sesuai dengan kelurahan. Setahun kemudian, setelah merasa sanggup membuat batik tulis, Ari nekat membikin usaha batik sendiri. Batik Balap namanya, akronim dari Batik Alam Pesisir. “Tapi, karena pas daftar merek kok banyak yang pakai nama ‘Balap’, saya ganti jadi Alsier,” kata Ari.

Sayang, bisnis Ari tidak bisa langsung berlari. Dia masih mengandalkan satu pameran ke pameran yang lain untuk jualan. Tapi kesabaran itu berbuah. Alsier makin dikenal setelah ikut sebuah pameran besar di Jakarta pada 2011. “Pameran membuat produk saya tetap eksis dan bisa menggaet pelanggan baru,” kata Ari.

Firstijanti, pemilik Butik Firta, merupakan salah seorang pelanggan batik Alsier. Butik pakaian khusus batik itu menjadi pelanggan Ari sejak 2013. “Saya dulu pesan beberapa lembar saja, hasilnya kok bagus. Saya coba pesan lagi untuk dibuat seragam,” katanya.

Butik yang berlokasi di kawasan Jambangan, Surabaya, itu biasa menerima pesanan seragam batik tulis. Profil pemesan yang beragam, menuntut Firstijanti, menyesuaikan kemauan dan kemampuan pengorder.

ARTIKA RACHMI FARMITA (SURABAYA) | KHAIRUL ANAM

BI Minta Bank Jangan Jor-joran Bisnis Kartu Kredit

TEMPO.CO, Bandung -  Bank Indonesia meminta bank agar tidak jor-joran dalam menarik transaksi melalui kartu kredit tersebut.

"Ada yang sampai hadiahnya mobil Roll Royce, diskon hingga 70 persen setiap pembelian produk tertentu, itu jor-joran, negara lain itu tidak seperti kita, karena itu semua biaya yang ditanggung perbankan," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Eni V. Panggabean di Bandung, akhir pekan lalu.

Pendapatan perbankan dari bunga kartu kredit tersebut masuk dalam fee based income. Jika pengelolaan ini tidak hati-hati, maka bisa merugikan perbankan yang bersangkutan. Pasalnya hal itu bisa mempengaruhi kinerja perbankan itu sendiri, terutama dalam indikator non performing loan (NPL).

Eni mengungkapkan, pengguna kartu kredit di Indonesia sebanyak 17,4 juta. Jumlah itu hanya 9 persen dari total pemilik rekening di perbankan yang berjumlah 190 juta rekening. Maka masih banyak yang bisa dikembangkan dalam bisnis kartu kredit. Hanya saja dalam pengelolaan dan penggunaannya harus dilakukan lebih bijak dan efisien.

Kepada masyarakat, Eni meminta pengguna bisa mengendalikan diri dalam berbelanja dengan kartu kredit. Bahkan, bank sentral  berharap masyarakat tidak memiliki banyak kartu kredit. "Jangan kebanyakan kartu kredit, karena kebanyakan itu nanti biasanya jadi lupa, ini yang bahaya," ucapnya.

BISNIS.COM

Berikut Daftar Barang Palsu Tertinggi di Indonesia

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Microsoft Digital Crimes Unit (DCU) mulai mengidentifikasi dan mengambil langkah tegas terhadap penjual peranti lunak palsu di sejumlah marketplace di Indonesia.

Termasuk di dalamnya adalah bekerjasama dengan sejumlah Internet Service Provider (ISP) dan Computer Emergency Response Team (CERTs) di lingkungan pemerintahan untuk mengatasi serangan siber.

Tindakan ini diharapkan mampu meminimalisir bahaya serangan siber bagi konsumen, baik individu maupun organisasi. Tingkat pemalsuan barang, termasuk peranti lunak, di Indonesia memang masih berada di angka yang mengkhawatirkan.

Studi terakhir yang dilakukan Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) dan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menempatkan tinta printer (49,4 persen), pakaian (38,9 persen), barang dari kulit (37,2 persen), dan peranti lunak (33,5 persen) sebagai daftar barang dengan angka pemalsuan tertinggi di Indonesia.

"Sebuah situasi yang menimbulkan kerugian terhadap ekonomi nasional hingga Rp 65,1 triliun serta hilangnya pendapatan dari pajak tidak langsung atas penjualan peranti lunak asli hingga Rp 424 miliar," ucap Justisiari P. Kusumah Sekretaris Jenderal MIAP, di Jakarta, Senin, 20 Februari 2017.

Ia mengatakan, upaya mengurangi bahaya dan kerugian yang diakibatkan oleh peredaran barang palsu dapat terwujud. Syaratnya para pemangku kepentingan perlindungan konsumen, mulai dari produsen, penjual, penegak hukum, hingga masyarakat sendiri sepakat untuk bersinergi melawan peredaran barang palsu.

"Tindakan yang telah dijalankan diharapkan dapat mendorong terciptanya transaksi dagang yang lebih sehat di Indonesia," kata dia. Sebab, salah satu penyebab utama tingginya angka penjualan dan penggunaan barang palsu adalah kurangnya sanksi nyata terhadap para penjual maupun konsumen.

Justisiari menambahkan, lebih dari 64 persen konsumen merasa tidak mungkin diadili sekalipun mereka menggunakan barang palsu, sementara lebih dari 32 persen penjual mengaku sering mengalami razia, tetapi tidak terkena sanksi hukum.

Consumer Channels Group Director Microsoft Indonesia, Linda Dwiyanti, mengungkapkan selama jangka waktu tiga bulan, Microsoft DCU berhasil mengidentifikasi sedikitnya 23 penjual peranti lunak palsu yang beroperasi di e-commerce.

"Saat ini, kami sedang memproses tindakan hukum untuk tiga di antaranya. Kami juga tengah bekerja sama dengan MIAP dan pemerintah untuk menindaklanjuti para penjual peranti lunak palsu lainnya," kata dia.

Tujuan akhir kami yakni memastikan agar pelanggan terlindungi dari bahaya penggunaan peranti lunak yang dijual oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," tutur Linda.

TONGAM SINAMBELA | ALI HIDAYAT

Untuk Kali Pertama, Uni Eropa Harus Pangkas Anggaran

Written By Unknown on Monday, February 11, 2013 | Monday, February 11, 2013

Uang kertas Euro dan Franc Swiss
Para pemimpin Uni Eropa sepakat memotong anggaran belanja bersama selama periode 2014-2020. Di tengah krisis keuangan Eropa, EU harus memangkas pengeluaran belanja sebesar 3,3 persen dari periode sebelumnya, yaitu 2007-2013.

Menurut stasiun berita BBC, kesepakatan itu berlangsung dalam pertemuan tingkat tinggi UE di Brussels, Belgia, akhir pekan lalu. Kesepakatan tercapai setelah perundingan yang sangat alot antara sejumlah anggota yang mendukung pemangkasan anggaran dengan mereka yang menentangnya.

Mereka sepakat bahwa anggaran untuk periode 2014-2020 sebesar maksimum 960 miliar euro. Jumlah ini lebih rendah dari periode sebelumnya, 993 miliar euro. Ini kali pertama UE harus mengurangi anggaran sejak perkumpulan beranggotakan 27 negara Eropa itu merumuskannya bersama-sama dalam beberapa dekade terakhir.

Kesepakatan para pemimpin anggota UE ini masih harus disetujui oleh Parlemen Eropa. Namun, Presiden Dewan Eropa, Herman van Rompuy Jumat kemarin menyebut anggaran baru ini merupakan jumlah yang pantas.

Kedua kubu yang berseberangan pun sama-sama puas dengan besaran anggaran baru yang mereka perdebatkan. "Menurut saya publik Inggris bisa bangga bahwa untuk kali pertama kami bisa memotong pengeluaran untuk UE untuk kali pertama," kata PM Inggris, David Cameron, yang bersama Jerman mendukung pemangkasan anggaran.

Bersama Italia sebagai negara yang tadinya menentang pemangkasan anggaran, Prancis pun puas dengan besaran pemotongan itu. "Ini kompromi yang bagus," kata Presiden Prancis, Francois Hollande. 

Menurut kantor berita Reuters, subsidi pertanian masih merupakan pos pengeluaran terbesar bagi UE walau anggarannya turut dipotong, yaitu sebesar 13 persen. Subsidi pertanian akan memakan 38 persen dari total anggaran 2014-2020, atau senilai 363 miliar euro, yang bila dirata-rata sekitar 50 miliar euro per tahun.  


© VIVA.co.id

Jaga Kekayaan Tambang Nasional, Aturan Harus Ditegakkan

Written By Unknown on Sunday, June 17, 2012 | Sunday, June 17, 2012

Pengamat energi, Kurtubi, memandang pemerintah harus menegakkan aturan demi menjaga kekayaan tambang nasional. "Aturan harus ditegakkan," sebut Kurtubi.
 
Ia menyebutkan, kekayaan tambang nasional harus dijaga. Kekayaan tersebut tidak boleh ditambang dengan cara yang tidak memerhatikan aturan pemerintah. Penambangan kekayaan alam harus bisa memberikan kontribusi ke negara. "Nggak boleh ditambang seenaknya sendiri tanpa memberikan kontribusi ke negara," ungkap Kurtubi.

Menurut dia, para pengusaha mineral tidak bisa menggunakan statusnya sebagai pengusaha skala menengah ataupun kecil untuk menentang aturan pemerintah tersebut. Pasalnya, kata Kurtubi, hingga sekarang belum jelas, berapa produksi mineral yang dihasilkan oleh para pengusaha pertambangan, seperti batu bara.

"Hal yang paling dasar, berapa produksi batu bara, itu (Kementerian) ESDM tidak tahu; nggak tahu berapa produksi setiap kabupaten. Ini betul-betul kacau. Jadi, tidak boleh menggunakan status sebagai 'saya pengusaha kecil menengah'," paparnya seraya menyebutkan, banyak pengusaha pertambangan di daerah yang kaya raya.

Oleh sebab itu, ia setuju dengan keberadaan aturan pemerintah, seperti pemberlakuan bea keluar untuk ekspor mineral ataupun keberadaan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum melakukan ekspor. "Jadi, semua berpangkal pada kontrak yang salah," pungkas Kurtubi.

Belakangan ini muncul nada protes terhadap aturan pemerintah, yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah barang mineral. Salah satu pihak yang melakukan protes adalah Solidaritas Para Pekerja Tambang Nasional (Spartan). Presidium Spartan dari wilayah Sulawesi Tenggara, Abdul Rahman, mengatakan, Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Peraturan Menteri ESDM) Nomor 7 Tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui Kegiatan Pengolahan dan Permurnian Mineral berpotensi menimbulkan pemecatan hubungan kerja lebih dari 4 juta pekerja tambang.

"Sudah hampir bisa dipastikan, ribuan lebih perusahaan tambang akan berhenti beroperasi dan berproduksi sehingga akan mem-PHK-kan lebih dari 4 juta pekerja tambang," sebut Abdul, di Jakarta.

Ia menjelaskan, pekerja terancam di-PHK karena perusahaan tidak bisa lagi mengekspor bahan mentah sesuai Peraturan Menteri ESDM tersebut. Ketika perusahaan dilarang ekspor, berarti perusahaan tidak bisa berproduksi. "Berarti kami tidak bisa bekerja sehingga kami bisa di-PHK," sambungnya.

Ancaman PHK tersebut bahkan sudah terealisasi di Sulawesi Tenggara. Ia menyebutkan adanya 360 karyawan di satu perusahaan tambang setempat yang sudah dirumahkan. "Bukan lagi ada ancaman, melainkan sudah ada karyawan yang dirumahkan," tegasnya.

Bank Milik Orang Kaya Indonesia Berganti Nama

Written By Unknown on Wednesday, May 9, 2012 | Wednesday, May 09, 2012

Bank milik salah satu orang terkaya di Indonesia, PT Bank Dipo Internasional, mengubah nama perusahaan menjadi PT Bank Sahabat Sampoerna. Sebelumnya, Grup Sampoerna secara resmi telah mengambil alih 85 persen saham Bank Dipo pada Mei 2011.

Sementara itu, PT Pahalamas Sejahtera, sebagai perusahaan pendiri masih memiliki 15 persen saham bank tersebut.

"Kami telah mengubah nama bank menjadi Bank Sahabat Sampoerna per Februari 2012. Selain itu, untuk menambah daya saing bank di indutri perbankan nasional," kata Direktur Utama Bank Sahabat Sampoerna, Indra W. Supriadi, dalam keterangan pers Grand Launching Bank Sahabat Sampoerna, di kantor pusatnya, Gedung Sampoerna Strategic, Jakarta, Rabu 9 Mei 2012.

Supriadi menjelaskan, Bank Sahabat Sampoerna terus berupaya memperkuat produk dan layanan, khususnya memberikan solusi inovatif dan unik kepada masyatakat.

"Kami paham bahwa sebagai pemain yang relatif baru, tentunya tidak mudah untuk bersaing di industri perbankan yang demikian kompetitif," ujarnya.

Menurut Supriadi, selain kepada nasabah, manajemen juga akan tetap berusaha membangun kepercayaan dari para pemegang saham yang selama ini telah menjadi target utama perusahaan.
Sebagai catatan, setelah diakuisisi Grup Sampoerna, pertumbuhan Bank Sahabat Sampoerna meningkat cukup pesat. Hal itu dapat dilihat dari kenaikan aset menjadi Rp1,1 triliun dari sebelumnya Rp789 miliar pada 2010. Dana masyarakat juga tumbuh sebesar 31 persen menjadi Rp811,4 miliar.

Untuk mendukung bisnis perusahaan, Grup Sampoerna juga telah menyuntikkan modal sebesar Rp100 miliar pada akhir 2011. Dengan demikian, posisi rasio kecukupan modal (CAR) Bank Sahabat Sampoerna meningkat dari 25,7 persen pada 2010 menjadi 36,5 persen tahun lalu. (art)

Di Asia Pasifik, RI Pengguna Pertama SSJ-100

Indonesia merupakan negara pertama di Asia Pasifik yang menggunakan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Salak, Bogor. Pesawat tersebut dibeli oleh perusahaan PT Sky Aviation.

Hal tersebut diketahui dari keterangan tertulis penandatanganan pembelian 12 unit pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 dari Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC) pada 16 Agustus 2011.

Seperti dikutip dari situs www.sky-aviation.co.id, penandatanganan kontrak tersebut dihadiri oleh Presiden SCAC Vladimir Prisyazhnyuk dan Komisaris PT Sky Aviation, Yusuf Ardhi, serta Chief Executive Officer (CEO) Sky Aviation, Krisman Tarigan. Penandatanganan dilakukan dalam ajang pameran MAKS Air Show 2011 di Zhukovsky, tak jauh dari Moskow, Rusia.

Keterangan tertulis perusahaan juga menyebutkan, pejabat pemerintah yang hadir dalam penandatanganan tersebut adalah Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti.

Yusuf Ardhi dalam keterangan tertulis itu mengatakan, pesawat Sukhoi Superjet 100 bakal menyediakan alat transportasi udara yang nyaman bagi Indonesia. "Dengan tambahan armada baru, SKY Aviation bisa menerapkan visi "Fly in Every Sky" di Indonesia," katanya kala itu.

Sementara itu, Karisman mengatakan, Sukhoi Superjet 100 dianggap sebagai pilihan yang tepat bagi Sky Aviation untuk mengisi kekosongan dalam pangsa pasar transportasi udara di Indonesia.

Dalam penandatanganan itu juga disepakati, SCAC bakal menjamin pasokan suku cadang yang pada akhirnya menjamin ketahanan serta keselamatan pesawat sipil tersebut.
Hingga saat ini, belum ada kabar soal keberadaan pesawat Sukhoi tersebut. Pesawat hilang kontak pada koordinat 06.43.08 S dan 106.43.15 BSN, setelah lepas landas dari Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur sekitar pukul 15.00 WIB. (art)

Dongkrak Transaksi, BNI Gandeng Chelsea

Written By Unknown on Sunday, May 6, 2012 | Sunday, May 06, 2012

PT Bank Negara Indonesia terus berusaha menggaet nasabah baru. Kali ini lewat peluncuran kartu kredit berlogo Chelsea, yang resminya akan berlaku Juli 2012. Logo klub bola asal Inggris itu ditargetkan akan meningkatkan transaksi kartu kredit BNI sebesar 15 persen.

“Ini salah satu cara kami untuk mendapatkan nasabah baru. Tentu ini akan mendatangkan keuntungan bank BNI,” ujar General Manager Kartu Kredit BNI Dodit Probojakti kepada VIVAnews Jakarta, Minggu 6 Mei 2012

Dodit menyatakan, terbitnya kartu kredit BNI berlogo Chelsea akan meningkatkan consumer behaviour, di mana para nasabah pencinta bola akan lebih banyak menabung dan menggunakan transaksi kartu kredit BNI.

Alasan lain BNI menggandeng Chelsea sebagai mitra adalah karena penggemar Chelsea yang cukup banyak di Indonesia. “Chelsea itu banyak pengemarnya, dan website Chelsea sangat banyak jumlah pengunjungnya,” imbuh Dodit.

Dodit menuturkan, untuk dapat bersanding dengan Chelsea, BNI harus mengikuti ‘beauty contest’ yang diikuti oleh beberapa bank lain. “Waktu itu ada tiga sampai empat bank lain yang ikut di kontes Chelsea,” kata dia.

Chelsea sendiri saat ini sedang naik daun dan berada pada salah satu momen emasnya. Klub besutan pelatih anyar Roberto Di Matteo itu Sabtu malam, 5 Mei 2012, baru saja meraih trofi Piala FA setelah menaklukkan Liverpool. Chelsea juga mengincar trofi pada final Liga Champions 20 Mei 2012. (umi)


• VIVAnews

Kuartal I Raih Laba, Garuda Catat Sejarah

Written By Unknown on Monday, April 30, 2012 | Monday, April 30, 2012

Maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia Tbk, untuk pertama kalinya mencatatkan laba bersih pada kuartal pertama. Jika sebelumnya, Garuda selalu merugi selama tiga bulan pertama, kini perusahaan pelat merah itu meraup laba US$4,9 juta atau setara Rp44,1 miliar (kurs Rp9.000 per dolar AS).

Setahun sebelumnya, Garuda Indonesia membukukan rugi bersih untuk kuartal pertama hingga US$19,34 juta atau Rp174,06 miliar.

Dalam keterangan tertulis yang diperoleh VIVAnews, Senin, 30 April 2012, disebutkan, pendapatan Garuda selama kuartal I-2012 mencapai US$717,45 juta atau setara Rp6,46 triliun. Pendapatan tersebut meningkat 23 persen dibandingkan periode sama setahun lalu.

Manajemen Garuda mengungkapkan, kinerja positif perusahaan selama tiga bulan pertama 2012 itu tercapai lewat berbagai langkah efisiensi dan ekspansi operasional perusahaan. Sebagai informasi, Garuda mencanangkan program Quantum Leap hingga 2015, di antaranya dengan mendatangkan sejumlah armada baru.

Namun, Garuda mengakui, kontribusi utama pendapatan perusahaan selama kuartal I-2012 berasal dari peningkatan jumlah penumpang domestik sebesar 23,01 persen yaitu sebanyak 3.195.996 orang. Peningkatan penumpang internasional juga meningkat 18,05 persen menjadi 834.492 orang.

Selama kuartal I-2012, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia (domestik dan internasional) juga meningkat sebesar 23 persen dari 28.952 penerbangan pada kuartal pertama tahun lalu menjadi 35.144 penerbangan pada periode sama 2012.
Dengan kondisi tersebut, isian penumpang atau seat load factor (SLF) Garuda Indonesia selama kuartal I-2012 meningkat 1,53 persen menjadi 72,79 persen, dari 71,69 persen pada periode sama tahun lalu. Sementara itu, peningkatan utilisasi pesawat juga naik 6,13 persen menjadi 10,41 jam.
Selama periode Januari–Februari 2012, manajemen Garuda mengungkapkan pasar penumpang pesawat udara domestik tumbuh sebesar 15,6 persen. Namun, untuk Garuda Indonesia, perusahaan mengklaim pertumbuhan pasar penumpang mereka meningkat sebesar 25,5 persen, lebih tinggi dari peningkatan maskapai lainnya yang rata–rata sebesar 11,7 persen.

Sementara itu, penumpang pesawat udara internasional pada pariode Januari–Februari 2012 tumbuh sebesar 14,2 persen. Pasar Garuda Indonesia berhasil naik sebesar 22 persen di atas rata-rata maskapai lainnya yang sebesar 12,1 persen. (art)


• VIVAnews